Breaking News
Loading...
Tuesday, April 24, 2012

A.                TUJUAN
Mengenal salah satu sifat sifat manusia yang ditentukan oleh pengaruh alel ganda dan menentukan genotipnya sendiri.
B.                 DASAR TEORI
Alel adalah Gen-gen yang terletak pada lokus yang sama (bersesuaian ) dan memiliki pekerjaan yang hampir sama dalam kromosom homolog. Dilihat dari pengaruh gen pada fenotipe, alel memiliki pengaruh yang saling berlawanan.dalam pengekspresian suatu sifat. Di dalam suatu lokus, terdapat sepasang atau lebih alel. Bila terdapat sepasang alel dalam suatu lokus, maka disebut alel tunggal. Bila terdapat lebih dari satu pasang alel dalam satu lokus, maka disebut alel ganda atau multiple alelmorfi.
Pada sebuah gen yang hanya memiliki sebuah alel saja atau alel tunggal, terjadi pemunculan sifat dengan ekspresi penuh atau dominan. Misalnya pada suatu gen dominan R (merah) mempunyai alel r (putih), T (tinggi) mempunyai alel t (pendek), B (bulat) mempunyai alel b (oval).
Pada multiple alelmorfi, terjadi perbedaan sifat pengeksrpesian suatu gen. Dua gen yang terdapat dalam lokus yang sama akan dapat memunculkan ekspresi yang berbeda karena adanya interaksi antara kedua gen tersebut. Interaksi tersebut dapat berupa pemnculan sifat yang dominan pada satu gen(menutupi sifat lain), atau bercampurnya pemunculan sifat gen yang ada sehingga memunculkan sifat kombinasi antara gen-gen tersebut/ seimbang.
Sebuah gen dapat memiliki lebih dari sebuah alel . Alel–alelnya disebut alel ganda (multiple allele).  Sedangkan peristiwa sebuah gen dapat mempunyai lebih dari satu alel disebut  multiple allelomorphy (Henuhili dan Suratsih ,2003: 44 ).
Alel merupakan bentuk alternatif suatu gen yang terdapat pada lokus (tempat) tertentu. Individu dengan genotipe AA dikatakan mempunyai alel A, sedang individu aa mempunyai alel a. Demikian pula individu Aa memiliki dua macam alel, yaitu A dan a.  Jadi, lokus A dapat ditempati oleh sepasang (dua buah) alel, yaitu AA, Aa atau aa, bergantung kepada genotipe individu yang bersangkutan.
Namun pada kenyataannya, peristiwa yang sebenarnya lebih umum dijumpai adalah munculnya lebih dari dua macam alel pada suatu lokus tertentu, sehingga lokus tersebut dikatakan memiliki sederetan alel. Fenomena semacam ini disebut sebagai alel ganda (multiple alleles).
Meskipun demikian, pada individu diploid, yaitu individu yang tiap kromosomnya terdiri atas sepasang kromosom homolog, betapa pun banyaknya alel yang ada pada suatu lokus, yang muncul hanyalah sepasang (dua buah). Katakanlah pada lokus X terdapat alel X1, X2, X3, X4, X5.  Maka, genotipe individu diploid yang mungkin akan muncul antara lain X1X1, X1X2, X1X3, X2X2 dan seterusnya. Secara matematika hubungan antara banyaknya anggota alel ganda dan banyaknya macam genotipe individu diploid dapat diformulasikan sebagai berikut.

Banyaknya macam genotipe = 1/2 n ( n + 1 )
 
                                                                             atau         
          
                                      n = banyaknya anggota alel ganda 
Sebagian besar gen yang ada dalam populasi sebenarnya hadir dalam lebih dari dua bentukan alel ( Campbell,2003 :267). Contohnya adalah alel ganda pada  sistem Golongan darah ABO dimana  alel  IA dan IB  dominan terhadap alel Ii atau I0  dan alel ganda pada rambut segmen digitalis jari – jari tengah . Sedangkan pada kelinci alel ganda terdapat pada bulu ( C+ > Cch > Ch> C ).  Alel ganda pada golongan darah sistem AB0
      Pada golongan darah ini, ada 3 macam alel yang dominansinya berbeda dengan pada warna bulu kelinci
Golongan Darah               Macam Genotipe         AB                                         IA IB           A                                       IA IA ; IAi           B                                        IB IB; IBi           O                                          Ii (I0I0)
Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa: Gen IA dominan terhadap i atau I0 Gen IB dominan terhadap I atau I0 Gen I (I0) adalah resesif berfenotipe golongan darah 0 Sedang IA dan IB sama – sama dominanterhadap I sehingga genotipe IAIB berfenotipe golongan darah AB. Jadi gen I (I0) mempunyai alel IA dan alel IB.
Contoh : Bagaimanakah kemungkinan fenotipe golongan darah anak – anak yang lahir dari perkawinan antara pria bergolongan darah A heterozigot dengan wanita bergolongan darah B heterozigot pula?
P                    IAi             ><               IBi
G                     IA                                 IB                           i                                    i F       IAIB = golongan darah AB          IAi    = golongan darah A          IBi    = golongan darah B          Ii       = golongan darah O
contoh lain yang merupakan peristiwa dari alel ganda adalah tumbuhnya rambut pada segmen digitalis tengah jari-jari tangan. Penentuan dominasi pada rambut digitalis tengah jari tangan adalah sebagai berikut.
H1 > H2 > H3 > H4 > H5
Dimana :
·         H1 = Rambut terdapat pada semua jari
·         H2 = Rambut pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah
·         H3 = Rambut pada jari manis dan jari tengah
·         H4 = Rambut hanya pada jari manis saja
·         H5 = Tidak ada rambut pada keempat jari.


Alel ganda pada bulu kelinci adalah adanya 4 alel yang sama – sama mempengaruhi warna bulu, dan berada pada lokus yang sama. Warna bulu kelinci dengan gen W memiliki beberapa alel yang berturut – turut dari yang dominan:                   W    >     WK     >       Wh      >      W Gen W      : fenotipe kelabu Gen Wk    : fenotipe kelabu muda (chinchilia) Gen Wh    : berfenotipe himalaya, yaitu berwarna putih dengan ujung hidung, ujung telinga, ekor dan kaki berwarna kelabu gelap. Gen W     : berfenoripe albino (tak berpigmen)
Keterangan :
·         Kelabu dominan terhadap ketiga warna yang lain (kelabu muda, Himalaya, dan albino),
·         kelabu muda dominan terhadap Himalaya dan albino.
·         Himalaya dominan terhadap albino
·         Albino adalah gen resesif
Kemungkinan genotipenya sebagai berikut:       Fenotipe                           Kemungkinana Genotipe       -   Kelabu                           WW, WWk,, WWh, WW            (normal)      -    Kelabu muda                  WkWk, WkWh, WkW            (chinchilla)       -   Himalaya                         WhWh , WhW       -   Albino                               WW
Contoh : Seekor kelinci chinchilla heterozigot yang disilangkan dengan kelinci Himalaya heterozigot akan memperoleh keturunan albino, lihat persilangan berikut:
P                                     WkW           ><              WhW                                               (chinchilla)                        (himalaya)
G                                      Wk                                   Wh                                          W                                     W F     WkWh    =       kelabu muda (chinchilla)         WkW      =      kelabu muda (chinchilla)         WhW      =      Himalaya          WW       =      Albino
C.                ALAT DAN BAHAN
-          Kaca pembesar
D.                CARA KERJA
E.     DATA HASIL PENGAMATAN
Alel Ganda
Hasil Pribadi
Hasil Kelas
Jumlah
Presentase
H1
X
2
2/35 x 100 % = 5,71%
H2
2
2/35 x 100 % = 5,71%
H3
6
6/35 x 100 % = 17,14%
H4
3
3/35 x 100 % = 8,57%
H5
22
22/35 x 100 % = 62,86%
Total
35
F.     PEMBAHASAN
.Langkah–Langkah yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah mengamati sisi atas jari–jari tangan dengan menngunakan kaca pembesar, memperhatikan dengan  seksama apakah pada segmen digitalis tengah dari jari–jari tangan tampak tumbuh rambut, menentukan alel yang sesuai dengan kita, kemudian mencatat data kemungkinan alel yang dimiliki  oleh teman–teman lainnya (satu kelas).

0 komentar:

Post a Comment