Showing posts with label fisiologi hewan. Show all posts
Showing posts with label fisiologi hewan. Show all posts

Friday, October 12, 2012

Denyut Jantung


Jantung merupakan pompa yang tersusun atas otot. Secara kelistrikan serabut otot jantung adalah bersambungan. Sifat ini dimiliki oleh otot jantung karena serabut-serabut otot jantung dihubungkan satu sama lain dengan persambungan renggang (gap junction) yang disebut juga persambungan listrik  (electrical junction. Bila suatu potensila aksi terjadi pada satu bagian jantung, maka potensial aksi tersebut akan disebarkan dengan cepat ke seluruh bagian jantung.
            Aktivitas kelistrikan jantung dimulai dari suatu daerah pengatur irama ( pada mammalia berada pada nodus sinoatrial) yang kemudian diteruskan ke seluruh atrium dan ventrikel. Sel-sel pengatur irama (pacemaker) mampu beraktivitas secara spontan.Pada jantung mammalia pacemaker berada pada nodus sinoatrial yang tersusun atas sel-sel otot yang khusus, kecil, dan kamamupan kontraksinya rendah.
            Suatu ciri penting dari pacemaker  adalah tidak memiliki potensial istirahat yang tetap. Akibatnya membrane sel dalam jaringan pacemaker mengalami suatu keadaan terus depolarisasi, yang disebut potensial pengatur irama, mendahuli setiap potensial aksi. Begitu potensial pengatur irama membawa membrane ke potensial ambang, I akan meningkat ke potensial aksi jantung semuanya atau tiak sama sekali. Interval antar potensial aksi, yang tentu saja menentukan laju denyut jantung tergantung pada kecepatan depolarisasi dari potensial pengatur irama, demikian pula kecepatan potensial repolarisasi dan ambang untuk potensial aksi berikutnya. Jadi suatu depolarisasi yang lebih lambat yang membawa mmbran ke suatu tingkat pencapaian ambang, akan menurunkan pula frekuensi pencapaian potensial aksi jantung.
            Signifikasi fungsional dari organisasi kelistrikan dari sel-sel  otot jantung adalah kemampuannya untuk menimbulkan kontraksi terpisah, serentak dari atrium dan ventrikel. Jadi konduksi lambat melalui nodus atrioventrikuler member kesempatan kontraksi atrium mendahului kontraksi ventrikuler dan juga member waktu untuk darah mengalir dari atrium ke dalam ventrikel.
            Daur jantung adalah satu denyut jantung lengkap yaitu satu periode yang terdiri atas kontraksi atrium, relaksasi atrium, dan kontraksi ventrikel, relaksasi ventrikel. Pada manusia satu denyut jantung lengkap memerlukan waktu 0,8 detik, sehingga jumlah denyutan per satu menit (laju denyut jantung) sekitar 75 kali (didapat dari 60: 0,8)

DAFTAR PUSTAKA

Delimann, H. Dieter dan Esther M. Brown. 1988. Buku Teks Histologi Veteriner.  Jakarta: UI Press.
Nurcahyo, Heru. 2008. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan Dasar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Soewolo, dkk. 2003. Common Textbook (Edisi Revisi) Fisiologi Manusia.    Malang: Universitas Negeri Malang.


Tuesday, October 9, 2012

STRUKTUR ANATOMI JANTUNG MAMMALIA


Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi menuju sel-sel tubuh dan sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mengalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung. Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah.  Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri.  Berat jantung kira-kira 300 gram. Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar gumpalan tangan seorang laki-laki dewasa. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Jantung mammalian termasuk tipe jantung berbilik, yang mempunyai empat ruang yaitu atrium dekster, atrium sinister, ventrikel dekster, dan ventrikel sinister. Maring-masing ruang dipisahkan oleh septum. Antara atrium dekster  dan sinister dipisahkan oleh septum interatrioler. Antara ventrikel dekster dan sinister dipisahkan oleh septum interventrikuler. Sebagai pemompa darah, jantung memiliki katup (valvula) yang berfungsi menjaga tekanan dan menjaga agar darah tidak mengalir kembali ke tempat semula. Di dalam jantung terdapat empat valvula yaitu valvula bicuspidalis (mitralis) yang terdapat diantara atrium sinister dan ventrikel sinister, valvula tricuspidalis yang terdapat diantara atrium dekster dan ventrikel sinister, valvula semilunaris aortae yang terdapat diantara ventrikel sinister dan aorta, dan valvula semilunaris pulmoner yang terdapat diantara ventrikel dekster dan arteri pulmonalis. Tiap katup mempunyai penutup yang disebut leaflets atau cusps. Katup mitral mempunyai 2 buah leaflets , yang lainnya memiliki 3 buah leaflets.

Ventrikel merupakan bagian jantung yang memiliki kemampuan memompa darah, sedangkan atrium sebagai penerima darah. Oleh karena fungsi tersebut, maka secara struktural otot ventrikel jantung lebih tebal (kuat) dibanding otot atrium. Begitu juga otot pada ventrikel dekster dan sinisterpun berbeda karena tugasnya yang berbeda. Ventrikel sinister memiliki otot lebih tebal dibanding yang ventrikel dekster karena berfungsi memompa darah keseluruh tubuh, sedangkan ventrikel dekster berfungsi memompa darah ke paru-paru. Namun demikian, ventrikel dekster memiliki ruangan yang lebih besar dibanding ventrikel sinister.  Jantung mammalia dibungkus oleh membran rangkap yang disebut kantung pericardial. Lapisan luar dari kantung merupakan membran fibrosa yang melekat pada mediastinum. Perlekatan ini membuat jantung tetap berada pada posisi yang tepat didalam rongga dada. Pericardium dapat dibedakan menjadi pericardium parietalis yang terletak disebelah luar dan pericardium visceralis disebelah dalam. Dinding jantung sendiri terdiri atas tiga lapis, yaitu epicardium (lapisan luar), myocardium (lapisan tengah), dan endokardium (lapisan paling dalam).

Epicardium atau disebut perikardium visceralis merupakan bagian jantung yang paling luar tersusun atas jaringan ikat serosa. Myocardium merupakan bagian jantung yang berotot tersusun atas otot jantung (myocard). Myocardium terdiri atas tiga jenis serabut otot. Pertama, serabut otot kontraktil, yaitu myocardium berukuran sedang yang merupakan bagian terbesar dari dinding jantung (kurang lebih 99% ). Serabut otot jantung jenis ini dikhususkan untuk kontraksi jantung. Sebab kemampuan kontraksinya sangat besar. Kedua, serabut myocardium yang menyusun nodus sinoatrial (nodus SA) dan nodus atrioventrikular (nodus AV). Serabut myocardium jenis ini berukuran lebih kecil dari serabut myocardium kontraktil, dengan kemampuan kontraksi dan kemampuan konduksi yang lemah, namun memiliki sifat autoritmik yaitu mampu membangkitkan potensi aksinya secara ritmik tanpa stimulasi saraf sama sekali. Ketiga, serabut myocardium yang ukurannya paling besar, terdapat pada endocardium ventrikuler. Serabut  myocardium jenis ini kemampuan kontraksinya lemah namun memiliki kemampuan konduksi cepat, yang merupakan sistem untuk menyebarkan eksitasi keseluruh ventrikel jantung.  Myocardium jenis ini merupakan myocardium yang menyusun berkas His dan sarabut purkinye. Endocardium merupakan lapisan jantung paling dalam merupakan lapisan endotel yang berlanjut ke pembuluh darah arteri dan vena.

Pericardium visceralis yang melekat pada permukaan luar jantung (epicardium) merupakan membrane serosa yang menghasilkan cairan pericardial untuk mengisi kantung pericardial. Cairan pericardial berfungsi sebagai pelumas untuk melindungi membrane pericardial yang saling bergesekan satu sama lain pada setiap denyutan jantung.

Vena cava superior dan inverior mengalirkan darah ke dalam atrium kanan. Lubang dari vena cava inverior dijaga oleh katup semiluner eustachiuis. Arteri pulmonalis membawa darah keluar dari ventrikel kanan ke paru-paru. Vena pulmonalis membawa darah dari paru-paru ke atrium kiri, aorta membawa darah keluar dari ventrikel kiri.

Arteri coronaria kanan dan kiri pertama-tama meninggalkan aorta kemudian bercabang menjadi arteri yang lebih kecil. Arteri-arteri kecil ini mengitari jantung dan mengantarkan darah ke semua bagian jantung. Darah yang kembali dari jantung dikumpulkan oleh sinus coronaria dan langsung kembali ke dalam atrium kanan.

Pembuluh darah utama yang menuju jantung adalah dua buah venae cava, empat vena pulmonalis, dan yang keluar dari jantung adalah sebuah truncus arteri pulmonalis, dan sebuah aorta. Vena cava superior berfungsi membawa darah deoxygenated (kurang oksigen) dari lengan dan kepala menuju ke atrium kanan, sedangkan vena cava inferior berfungsi membawa darah deoxygenated (kurang oksigen) dari badan dan kaki menuju ke atrium kanan. Pada atrium kiri bermuatan 4 buah vena pulmonalis yang berfungsi membawa darah oxygenated (kaya oksigen) dari paru - paru lewat menuju ke ventrikel kiri kemudian ke aorta, dan selanjutnya ke arcus (lengkung) aorta dan seluruh tubuh. Arteri coronaria berperan mensuplai kebutuhan zat - zat yang diperlukan oleh otot jantung.


DAFTAR PUSTAKA


Nurcahyo, Heru. 2012. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan Dasar. Yogyakarta: Jurdik Biologi FMIPA UNY.
Soewolo, M. Pd., dkk. 1999. Fisiologi Manusia. Malang: FMIPA UNM.
Soedjono, Basuki M.Pd. 1988. Anatomi dan Fisiologi Manusia. Jakarta: Depdikbud.
Syamsiar Nangsari, Nyayu. 1988. Pengantar Fisiologi Manusia. Jakarta: Depdikbud PPLPTK Jakarta.

Thursday, September 27, 2012

proses filtrasi urin


Ginjal merupakan alat ekskresi, terutama dalam pembentukan urin. Proses pembentukan urin terjadi melalui beberapa tahapan yaitu:

1.      Filtrasi Glomeruler

Pembentukan urin dari proses filtrasi berlangsung di dalam glomerulus. Filtrasi adalah proses perpindahan plasma darah (kecuali sel-sel darah dan protein bermolekul besar) dari glomerulus menuju ruang kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi. Membran filtrasi tersusun atas 3 lapisan yaitu lapisan sel endotelium glomerulus, membran kapiler, dan epitel kapsula bowman.

Filtrasi terjadi karena adanya tekanan filtarsi yang merupakan selisih tekanan darah kapiler glomerulus dengan tekanan osmotik koloid darah dan tekanan hidrostastik cairan dalam kapsula bowman. Disamping karena adanya tekanan filtrasi, filtrasi terjadi juga karena beberapa faktor antara lain:
a.    Permukaan filtarsi yang cukup luas (kapiler glomerulus cukup banyak).
b. Penampang arteriol eferen lebih kecil dibandingkan penampang arteriol aferen (memberikan tahanan darah pada glomerulus).
c.   Membran filtrasi yang cukup tipis dan berpori banyak serta longgar (kapiler sinusoid).
Pada manusia secara normal kecepatan filtrasi glomerular mencapai 120 ml permenit, ultrafiltrat yang terbentuk 200 L setap harinya, sedangkan urin yang dikeluarkan hanya sekitar 1,5 – 2 L perhari. Oleh karena itu harus ada mekanisme untuk mengubah filtrat menjadi urin. Jadi harus ada meakanisme untuk menarik 198,5 L cairan kembali ke sirkulasi darah.

2.      Reabsorbsi Tubuler

            Reabsorbsi tubular merupakan proses perpindahan cairan dari tubulus renalis menuju darah dalam kapiler peritubuler. Filtrat glomerular mengandung zat-zat seperti terdapat dalam plasma kecuali protein darah yang berukuran besar yang tidak dapat menembus dinding kapiler glomerulus.Beberapa zat penting seperti glukosa dan asam amino seluruhnya mengalami reabsorbsi. Zat lain seperti natrium, clorida , dan kebanyakan mineral mengalami reabsorbsi yang bervariasi. Banyak diantara reabsorbsi ini merupakan transport aktiv yang menggunakan energi untuk mentransport zat dari cairan tubuler melintasi sel, masuk ke dalam darah peritubuler yang mengembalikannya ke dalam sirkulais umum. Proses reabsorbsi air di tubulus contortus proksimal terjadi melalui osmosis, sedangkan di tubulus contortus distal secara fakultatif, artinya disesuaikan dengan kebutuhan.  Reabsorbsi air di TCD dipengaruhi oleh hormon ADH yang berpengaruh menghambat reabsorbsi air sehingga jumlah urin menjadi banyak (diabetes insipidus).
              

SISTEM EKSKRESI PEMERIKSAAN WARNA, KEJERNIHAN, DAN PH URIN


Proses ekskresi melalui ginjal berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dan menjaga agar jumlah air dan ion yang masuk seimbang dengan yang keluar. Kondisi ini penting agar suasana melieu interieur (claude bernard) tetap sesuai untuk kelangsungan proses fisiologis di dalam sel atau yang disebut homeostasis (steady internal state: cannon).
Ekskresi oleh ginjal memiliki peranan untuk:
1    Memilihara keseimbangan air
2  Memelihara keseimbangan elektrolit Na+, K+, Mg2+, Cl-, dan Ca2+. Ion Na+, Cl-, dan HCO3- merupakan ion ekstraseluler, sedngkan K+ dan Mg2+ merupakan ion intraseluler. 
3   Memelihara pH darah
4   Mengeluarkan limbah sisa-sisa metabolism yang merupakan racun bagi tubuh organsme seperti:

a.       Urea (CO(NH)2) berasal dari katabolisme asam amino pada proses glukoneogenesis menjadi senyawa bukan nitrogen dan senyawa nitrogen. Senyawa nitrogen kemudian diubah menjadi ammonia yang agak toksik oleh enzim deaminasi. Selanjutnya di sel hati ammonia melalui siklus ornitin akan dikombinasikan dengan karbondioksida menjai urea yang tidak toksik dan kemudian dikeluarkan lewat ginjal.
b.   Asam Urat berasal dari nitrogen asam nukleat purin dan pirimidin. Kelebihan asam urat akan ditimbun pada persendian dan dapat menimbulkan nyeri sendi (gout).
c.    Kreatinin berasal dari kreati fosfat (sumber energy) yang banyak terdapat dalam otot .pemecahan kreati akan menjadi kreatinin, terutama ditemukan pada saat kondisi puasa.



DAFTAR PUSTAKA
Delimann, H. Dieter dan Esther M. Brown. 1988. Buku Teks Histologi Veteriner.       Jakarta: UI Press.
Nurcahyo, Heru. 2012. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan Dasar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Soewolo, dkk. 2003. Common Textbook (Edisi Revisi) Fisiologi Manusia.    Malang: Universitas Negeri Malang.
Soewolo, dkk. 2005. Fisiologi Manusia. Malang: UM Press.

sistem respirasi


Respirasi adalah proses pertukaran gas-gas antara atmosfer, darah dan sel-sel tubuh. Terdapat tiga proses dasar yang terlibat dalam respirasi. Proses pertama ventilasi paru atau bernafas adalah inspirasi dan ekspirasi udara antara paru-paru dan atmosfer. Proses kedua dan ketiga melibatkan pertukaran gas di dalam tubuh. Proses kedua respirasi eksternal atau respirasi paru adalah pertukaran gas antara paru dan darah. Proses ketiga respirasi internal atau respirasi jaringan adalah pertukaran gas antara gas dan sel-sel tubuh.
Respirasi adalah proses umum dimana organisma mengambil energi bebas dalam lingkungannya dengan mengoksidasi substrat organik. Untuk mencapai hasil tersebut, organisma tingkat tinggi memakan berbagai bahan makanan dan mengubah menjadi molekul sederhana melalui proses pencernaan dan molekul yang terbentuk masuk dalam sel-sel yang selanjutnya mengalami oksidasi dengan bantuan sejumlah molekul oksigen yang berasal dari sitem pernapasan. Produk dari oksidasi (CO2 dan H2O) dikeluarkan oleh sel ke dalam lingkungannya (Sonjaya, 2008).

             Tujuan dari pernapasan adalah untuk menyediakan oksigen (O2) bagi seluruh jeringan tubuh dan membuang karbondioksida (CO2) ke atmosfir. Untuk mencapai tujuan ini, sistem pernapasan (respirasi) menjalankan fungsi yaitu (Rachman, 2007) :
1.         Ventilasi paru, yaitu masuknya udara atmosfir kedalam paru sampai di alveoli dan keluarnya udara alveoli paru ke udara bebas / atmosfir lagi.
2.         Difusi O2 dan CO2 antara darah kapiler paru dan udara alveoli, hal ini terjadi karena ventilasi berlangsung terus-menerus yang dibarengi aliran perfusi darah ke dalam kapiler alveoli yang juga terus-menerus mengalir. 
3.         Transpor O2 dan CO2 dalam darah dan cairan tubuh ke dan dari sel.
4.         Pengaturan ventilasi oleh sistem saraf dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pernapasan.

Tuesday, September 18, 2012

anatomi ginjal


SISTEM EKSKRESI
MENGAMATI ANATOMI MAKROSKOPIS GINJAL MAMALIA

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Bagian luar ginjal diselaputi jaringan ikat padat yang membentuk kapsula renalis. Ginjal mendapat suplai darah dari arteri renalis yang kemudian bercabang-cabang menjadi glomerulus. Glomerulus dan tubulus ginjal menyusun nefron (nephron) yang berperan sebagai unit fungsional terkecil dalam pembentukan urin. Kapsula bowman dari glomerulus merupakan tempat filtrasi darah, kemudian cairan hasil filtrasi (ultrafiltrat) melewati tubulus ginjal dan akhirnya terbentuk urin. Glomerulus dan tubulus paling banyak terdapat pada bagian korteks renalis. Ginjal merupakann organ ekskresi terpenting melalui pembentukan air kencing (urin). Air kencing ditampung pada pelvis renalis dan dikeluarkan lewat ureter menuju ke vesica urinaria. Pengamatan struktur anatomi makroskopis ginjal mamalia (kambing) merupakan dasar memahami fungsi fisiologi ginjal.

B.     TUJUAN PRAKTIKUM
B.1. Tujuan Kegiatan
1. mengamati struktur anatomi makroskopis ginjal mamalia (kambing)
B.2. Kompetensi Khusus
1. dapat melakukan pengamatan struktur anatomi makroskopis ginjal mamalia (kambing).
2.  dapat menerangkan bagian-bagian ginjal mamalia (kambing).

C.    DASAR TEORI
Ginjal berbentuk seperti kacang pada beberapa spesies hewan Mamalia seperti: kambing.paling luar diselubungi oleh jaringan ikat tipis yang disebut kapsula renalis. Ginjal dapat dibedakan menjadi bagian korteks yakni bagian sebelah luar warnanya coklat agak terang dan medulla yaitu lapisan sebelah dalam warnanya agak gelap. Ginjal mempunyai bagian cekungan yang disebut hilum. Pada hilum terdapat bundle saraf, arteri renalis, vena renalis, dan ureter. Ginjal memperoleh suplai darah dari aorta abdominalis yang bercabang menjdi arteri renalis, arteri interlobaris, arteri arcuata, arteri interlobularis, arteriole aferen, glomerulus, arteriole eferen, kapiler peritubuler, vena interlobularis, vena arcuata, vena interlobularis, vena renalis. Ginjal selain berfungsi sebagai alat ekskresi juga berperan menghasilkan hormone seperti: rennin-angiotensin, erythropoietin, dan mengubah provitamin D menjadi bentuk akti (vitamin D).

Monday, May 14, 2012

waktu pendarahan dan pembekuan darah

WAKTU PENDARAHAN

Pembuluh darah yang terpotong atau rusak, maka akan terjadi penyempitan bagian yang terluka. Hal ini terjadi karena kontraksi miogenik otot polos sebagai suatu plasma lokal dan karena refleks simpatik yang merangsang serabut adrogenik yang menginversi otot polos dinding pembuluh lokal. Kontraksi ini membuat darah yang keluar dari pembuluh darah akan berkurang (Frandson, 1992).
Pendarahan dapat berhenti sendiri misalnya dengan kontraksi vasa ditempat pendarahan yang terjadi beberapa menit sampai beberapa jam. Apabila pembuluh darah mengalami dilatasi, darah tidak keluar lagi karena sudah dicegah oleh mekanisme trombosit. Vasa kontraksi timbul melalui beberapa jalan kontraksi langsung otot pembuluh darah kemudian anoksia dan reflek lalu adanya serotonis yang keluar dari trombosit yang menyebabkan vasa kontraksi (Schmid, 1997). Kisaran waktu pendarahan yang normal untuk manusia adalah 15 hingga 120 detik (Guyton, 1983). Trombosit melekat pada endotel pada tepi-tepi pembuluh yang rusak. Hal ini terjadi sampai elemen-elemen pembuluh darah yang putus menyempit. Penjedalan darah sangat penting dalam mekanisme penghentian darah (Guyton,1989).

DAFTAR PUSTAKA
Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi ke-4. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Guyton, Arthur C. 1983. Fisiologi Manusia dan Mekanismenya terhadap Penyakit. EGC Penerbit Buku kedokteran. Jakarta.
Schmid, K. and Friends. 1997. Animal Physiology: Adaptation and Environment. Cambridge University Press. USA.

PEMBEKUAN DARAH
Pembekuan darah disebut juga koagulasi darah. Faktor yang diperlukan dalam penggumpalan darah adalah garam kalsium sel yang luka yang membebaskan trompokinase, trombin dari protombin dan fibrin yang terbentuk dari fibrinogen. Mekanisme pembekuan darah adalah sebagai berikut setelah trombosit meninggalkan pembuluh darah dan pecah, maka trombosit akan mengeluarkan tromboplastin. Bersama-sama dengan ion Ca tromboplastin mengaktifkan protrombin menjadi trombin (Evelyn, 1989).
Trombin adalah enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrin inilah yang berfungsi menjaring sel-sel darah merah menjadi gel atau menggumpal (Poedjiadi, 1994). Kisaran waktu terjadinya koagulasi darah adalah 15 detik sampai 2 menit dan umumnya akan berakhir dalam waktu 5 menit. Gumpalan darah normal akan mengkerlit menjadi sekitar 40% dari volume semula dalam waktu 24 jam (Frandson, 1992). Koagulasi dapat dicegah dengan penambahan kalium sitrat atau natrium sitrat yang menghilangkan garam kalsium (Schmidt, 1997).
Daftar Pustaka
Evelyn, Pearce. 1989. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia. Jakarta.
Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi ke-4. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Schmid, K. and Friends. 1997. Animal Physiology Adaptation and Environment. Cambridge University Press. USA.

Koneksi antar materi modul 3.2 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya

Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya dan pengimplementasian di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.  a.   ...