Showing posts with label Guru Penggerak. Show all posts
Showing posts with label Guru Penggerak. Show all posts

Monday, July 15, 2024

Pendidikan Guru Penggerak Ak. 11 : Koneksi Antar Materi Modul 1.2


 Assalamualikum wr wb. Salam dan Bahagia.

Perkenalkan saya Galay widhiasmoro dari SMAN 1 Mirit. Saya Merupakan Calon Guru Penggerak Angkatan 11. Tulisan kali ini memuat refleksi modul 1.1 dan 1.2 terkait filosofi pendidikan KHD, Nilai dan Peran Guru Penggerak. Selamat Membaca.

Peristiwa:

yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2 adalah Ketika saya mempelajari dan kemudian memahami pemikiran filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD). Salah satu Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) yang menekankan pentingnya Pendidikan yang menghamba kepada murid pada modul 1.1 sangat menginspirasi saya. Pendidikan yang menghamba pada murid memiliki makna mendahulukan kebutuhan dan potensi setiap murid dalam proses kegiatan belajar mengajar. KHD mengajarkan saya bahwa Ketika menjadi seorang guru, saya harus menjadi fasilitator yang mendukung perkembangan murid, tidak hanya sekedar sebagai pemberi ilmu.


Modul 1.2 melengkapi pemahaman ini dengan menyampaikan nilai-nilai dan peran guru penggerak yang selaras dengan filosofi KHD. Menjadi guru penggerak membuat saya sadar bahwa saya harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai seperti berpihak pada murid, kolaboratif, mandiri, reflektif, dan inovatif dalam setiap aspek kegiatan belajar mengajar. Selain itu, peran-peran seperti pemimpin pembelajaran, pendorong kolaborasi, dan menggerakkan komunitas praktisi juga menjadi semakin jelas dan relevan.

Saya melihat pada modul 1.1 tentang bagaimana teori dan filosofi pemikiran KHD, dapat diintegrasikan dalam praktik nyata melalui peran-peran yang sudah dijelaskan dalam modul 1.2. keterkaitan ini memberikan saya Gambaran yang konkret tentang bagaimana mengaplikasikan prinsip-prinsip KHD dalam kegiatan sehari-hari menjadi guru. Materi pada modul 1.1 kemudian diperkuat oleh materi 1.2 menjadikan saya merasa memiliki dasar yang kuat untuk membangun pendekatan pembelajaran yang holistic dan berpusat pada murid.

Perasaan:

Perasaan saya setelah mengikuti serangkaian kegiatan untuk mempelajari dan memahami materi modul 1.1 dan modul 1.2 saya merasa seperti menemukan kunci baru dalam pendidikan. Semula saya memandang bahwa peran guru hanya sebagai pengajar saja, namun sekarang saya memahami bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar namun juga sebagai fasilitator yang mendukung dan mengarahkan potensi murid. Saya merasa bahagia dan sengat bersemangat Ketika mengetahui bahwa pendekatan pembelajaran yang menghamba kepada murid dapat kita terapkan dan praktikan dalam kegiatan sehari-hari.

Selain itu, ada perasaan bahwa saya juga memiliki tanggung jawab yang besar. Sebagai Guru Penggerak saya merasa memiliki tugas penting untuk tidak hanya berubah dalam praktik pengajaran namun juga berperan dalam mempengaruhi rekan-rekan guru dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Perasaan ini memotivasi saya untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat memberikan yang terbaik bagi murid-murid saya. Menyadari bahwa saya memiliki tanggung jawab yang besar ini ada perasaan antuasiasme yang tinggi dalam diri. Saya merasa bersemangat karena memiliki peran yang signifikan dalam membentuk masa depan Pendidikan.

Pembelajaran:

Sebelum mempelajari kedua modul ini saya beranggapan bahwa Ketika menjadi guru kita harus mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku, mengajarkan CP esensial kemudian mengembangkan sesuai dengan keinginan guru dan murid. Saya merasa sudah menggunakan pendekatan yang berpihak kepada murid, namun setelah berefleksi saya menyadari Pendekatan saya cenderung lebih berfokus pada penyampaian materi dan memastikan bahwa siswa memahami konsep-konsep yang diajarkan. Saya merasa bahwa tanggung jawab utama saya adalah memastikan bahwa kurikulum dapat diselesaikan tepat waktu dan murid dapat lulus ujian dengan baik.

Sekarang setelah mempelajari kedua modul ini saya memahami bahwa peran sebagai guru jauh lebih dinamis dan holistik. Saya sadar bahwa menjadi guru berarti harus mampu melihat bahwa setiap murid unik dan memiliki kebutuhan serta potensi masing-masing.  Saya kini memahami pentingnya mendengarkan dan mengakomodasi kebutuhan siswa, serta mengembangkan pendekatan yang lebih personal dan berpusat pada murid.

Perubahan pemikiran yang saya alami membuat saya sekarang berpikir bahwa kolaborasi dan refleksi adalah hal yang sangat penting. Sekarang saya lebih terbuka untuk berkolaborasi bersama rekan-rekan guru, berbagi praktik baik, dan mencari solusi bersama untuk tantangan yang dihadapi. Selain itu saya juga lebih sering melakukan kegiatan refleksi terhadap praktik pengajaran saya sendiri.

Penerapan ke depan:

Saya memiliki beberapa rencana kedepan, mulai dari pengembangan diri yang sederhana dan rutin seperti refleksi. Setiap hari saya akan meluangkan waktu untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang sudah saya lakukan. Refleksi ini bertujuan mengevaluasi, mencari apa yang masih dapat dikembangkan, dan bagaimana supaya saya dapat lebih berpihak kepada murid.

Selain itu, saya sadar bahwa untuk mengatasi permasalahan Pendidikan di Indonesia diperlukan kolaborasi dari semua pihak. Oleh karena itu saya akan mengadakan diskusi kelompok dengan rekan guru secara mingguan. Saya akan menginisiasi sesi diskusi untuk berbagi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi, serta mencari solusi kolaboratif. Diskusi ini tidak hanya akan memperkaya pengetahuan saya tetapi juga membangun budaya kolaboratif di antara rekan-rekan guru, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif pada siswa.

Saya juga akan mengajak murid untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek yang mengembangkan ketrampilan mereka dan mendorong kepemimpinan murid. Proyek-proyek ini akan dirancang untuk melibatkan siswa dalam proses pembelajaran secara lebih aktif dan kreatif, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkolaborasi dengan teman-teman mereka dan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam konteks nyata.

Semoga Langkah-langkah ini akan membantu saya semakin menguatkan peran dan nilai saya sebagai Guru Penggerak yang berpihak pada murid, kolaboratif, mandiri, reflektif, dan inovatif.

Tuesday, July 2, 2024

Pendidikan Guru Penggerak: Koneksi Antar Materi Modul 1.1 Pemikiran Ki Hadjar Dewantara




Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan Nama Saya Galay Widhiasmoro, Peserta Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11 dari SMAN 1 Mirit Kabupaten Kebumen. 

Pada Kesempatan ini saya akan menuliskan tentang tugas pendidikan guru penggerak angkatan 11 terkait koneksi antar materi Modul 1.1.

Koneksi antar materi modul 1.1 saya jabarkan dengan menjawab pertanyaan pemantik berikut

1. Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?

Sekolah saya SMAN 1 Mirit adalah Sekolah Penggerak Angkatan 2. Sebelum saya mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan 11, Saya sedikit banyak telah mengetahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui kegiatan yang ada di Program Sekolah Penggerak (PSP). Murid merupakan individu yang unik. Setiap dari mereka memiliki minat dan bakat masing-masing. Kita tidak dapat membuat perlakuan yang sama rata untuk setiap individu ini. untuk mengakomodasi kegiatan pembelajaran yang didasari pada prinsip bahwa setiap murid memiliki minat dan bakat yang berbeda maka dapat dilakukan dengan kegiatan pembelajaran yang berbasis pada murid. Murid merupakan pusat dari kegiatan pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan murid. model pembelajaran berdiferensiasi juga dapat digunakan sebagai upaya mengakomodasi keanekaragaman karakteristik murid. Guru dalam kegiatan pembelajaran berperan sebagai fasilitator yang membantu murid menemukan pengetahuan mereka. Namun, saya belum mampu menerapkan secara utuh kegiatan pembelajaran sesuai dengan apa yang dibahas pada modul 1.1. 

2. Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini? 

Setelah mempelajari modul 1.1 kemudian melakukan diskusi dengan rekan CGP, PP, dan Instruktur saya lebih memahami dan mendalami tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara. Salah satu dari sekian banyak pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menarik yaitu penebalan laku murid dengan mengintegrasikan konteks sosial-budaya dilingkungannya. Dengan pemahaman bahwa terdapat kodrat alam dan kodrat zaman pada pendidikan menambah wawasan serta pemahaman bagaimana seharusnya kita mendidik murid, sebagai seorang guru saya harus memahami kodrat alam murid dan tidak dapat melepaskan kodrat ini dan menggantinya dengan apa yang saya pikirkan. Membebaskan anak tumbuh dan berkembang sesuai kodrat alam dan zaman akan menjadi anak tumbuh menjadi versi terbaiknya. Tugas saya disini hanya menuntun dan mendampingi mereka supaya mendapatkan lingkungan yang baik. Lebih lanjut dalam pemikiran Ki Hadjar Dewantara terdapat pemikiran bahwa Pendidikan sebagai Tempat Persemaian Kebudyaan. KHD percaya bahwa kunci untuk menciptakan manusia indonesia yang beradab yaitu melalui pendidikan. Pendidikan harus memfasilitasi dan memberi ruang untuk berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan. Pemikiran ini menjadikan saya semakin yakin bahwa model pendidikan yang cocok untuk masyarkat indonesia adalah pendidikan yang sesuai dengan pemikiran ini. Banyak sekali kita jumpai budaya-budaya khas disuatu daerah, tentunya ini akan menjadi suatu keuggulan bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang. 

Pemikiran KHD lainnya yang menarik bagi saya yaitu tentang pendidikan untuk Kemerdekaan. Pendidikan bertujuan untuk memerdekakan manusia baik lahir dan batin agar mereka mampu hidup mandiri dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Pemikiran ini memiliki makna dan dampak yang cukup besar jika diterapkan didunia pendidikan Indonesia. Setiap guru yang memaknai pemikiran ini dan menjadikan landasan berpikir dalam menyusun modul ajar akan menitik-beratkan kegiatan pembelajaran kepada kebutuhan murid. Melalui pemikiran ini saya akan mulai bernegosiasi dengan diri sendiri dan murid dalam setiap menyusun kegiatan pembelajaran. Saya akan menyusun kegiatan pembelajaran yang berpusat pada aktivitas murid dan berdiskusi dengan murid model kegiatan seperti apa yang mereka butuhkan, sehingga diharapkan murid akan aktif dan bahagia dalam kegiatan Pembelajaran. Saya sudah tidak sabar bertemu dengan murid ditahun ajaran baru dan berdiskusi dengan mereka.

3. Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?

Upaya yang dapat segera dilakukan untuk menerapkan Pemikiran KHD dalam kegiatan pembelajaran saya yaitu:

1. Proses Pembelajaran 

Menyusun modul yang menekankan kepada aktivitas dan kebutuhan murid. Penyusunan ini dilakukan dengan merefleksikan pembelajaran sebelumnya, berdiskusi dengan rekan sejawat, dan berdiskusi dengan murid. Untuk mempermudah diskusi disaat hari libur seperti ini, dapat dilakukan dengan membagikan angket pendapat dan saran tentang kegiatan pembelajaran. Saat dikegiatan belajar mengajar memulai kelas dengan diskusi kelompok untuk membangun kolaborasi, menyediakan waktu untuk refleksi setelah setiap materi disampaikan, mengadakan proyek kontekstual yang relevan dengan kehidupan murid, dan mengajak murid untuk presentasi dan berbagi hasil pembelajaran mereka.


2. Lingkungan Pembelajaran

Menciptakan Lingkungan yang inklusif dan mendukung keragaman, menghargai setiap kontribusi murid dan memberikan umpan balik yang konstruktif, serta menciptakan suasana yang kondusif untuk kreativitas dan eksplorasi.

Koneksi antar materi modul 3.2 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya

Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya dan pengimplementasian di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.  a.   ...