Showing posts with label laporan. Show all posts
Showing posts with label laporan. Show all posts

Monday, November 26, 2012

Anabolisme


Anabolisme merupakan proses pembentukan molekul kompleks, seperti karbohidrat, protein dan lemak, dari molekul-molekul yang sederhana. Pembentukan karbohidrat yang dibahas pada materi kali ini adalah pembentukan karbohidrat pada tumbuhan, yang merupakan makhluk hidup autotrof yaitu makhluk hidup yang dapat memanfaatkan sumber karbon anorganik. Pembentukan karbohidrat pada tumbuhan yaitu melalui proses fotosintesis.

Fotosintesis

Organisme fotosintetik dan heterotrofik hidup didalam keadaan seimbang pada biosfer kita. Tanaman fotosintetik menangkap energy surya dalam bentuk ATP dan NADPH yang dipergunakan sebagai sumber energi untuk membuat karbohidrat dan komponen sel organik lainnya dari karbondioksida dan air. Bersamaan dengan itu organisme tersebut membebaskan oksigen ke atmosfer. Sebaliknya heterotrof aerobik mempergunakan oksigen yang dibentuk untuk menguraikan produk organik berenergi tinggi dari fotosintesis menjadi CO2 dan H2O untuk membentuk kembali ATP guna keperluan aktifitas sel itu sendiri. Karbondioksida yang dibentuk oleh respirasi pada heterotrof kembali ke atmosfer, untuk dipergunakan kembali oleh organisme fotosintetik. Oleh karena itu, energi surya memberikan tenaga pendorong bagi daur karbondioksida dan oksigen atmosfer secara berkesinambungan melalui biosfer kita.



6CO2    +  12H2O +  Energi cahaya→C6H12O6+6O2+6H2O

Proses reaksi fotosintesis dalam tumbuhan tinggi dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap reaksi terang yang terjadi jika tumbuhan diberi cahaya dan tahap reaksi gelap yang terjadi dengan atau tanpa adanya cahaya matahari. Di dalam sel fotosintetik eukariotik, reaksi gelap dan reaksi terang terjadi di dalam kloroplas.

 Bentuk kloroplas berbeda pada setiap spesies.organel ini dikelilingi oleh membran luar yang bersambungan, dan bersifat rapuh.suatu sistem membran membungkus ruangan bagian dalam organel, di dalamnya ,terdapat banyak kantung pipih yang dikelilingi membran, yang dinamakan tilakoid, yang biasanya tersusun berlapis-lapis, dinamakan grana. Membran tilakoid mengandung semua pigmen fotosintetik pada kloroplas dan semua enzim yang diperlukan bagi reaksi primer yang bergantung pada cahaya matahar. Cairan di dalam ruang yang melingkupi kantung tilakoid atau stroma mengandung hampir semua enzim yang diperlukan bagi reaksi gelap, yang mereduksi CO2 membentuk glukosa. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai tahap reaksi terang dan tahap reaksi gelap.

1.TAHAP REAKSI TERANG

Reaksi terang terjadi jika ada cahaya, misalnya cahaya matahari. Energi dtangkap olaeh klorofil dan digunakan untuk memecah molekul air, dan pemecahan ini disebut fotolisis.Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH. Reaksi ini diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang chaya panjang tertentu. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I.

Fotosistem I dan Fotosistem II

Reaksi terang cahaya dalam proses fotosintesis penyerapan energy matahari oleh klorofil dimana dilepaskan O2, terdiri dari dua bagian. Bagian pertama disebut fotosistem I yang menyangkut penyerapan energy matahari pada panjang gelombang di sekitar 700nm dan tidak melibatkan proses pelepasan O2. Bagian kedua yang menyangkut penyerapan energy matahari pada panjang gelombang di sekitar 680nm, disebut fotosistem II yang melibatkan pembentukan O2.

Saturday, May 26, 2012

laporan berangkai dan pindah silang


A.    Topik            : Berangkai dan Pindah Silang
B.     Tujuan          : Mengetahui terjadinya pindah silang secara imitasi
C.     Prinsip          :

Pada sebuah kromosom, terdapat banyak sekali gen yang akan menentukan fenotip dari suatu individhu. Beberapa gen yang berbeda alelnya, seringkali terdapat bersama pada sebuah kromosom. Keadaan seperti ini disebut linkage atau berangkai.
Menurut hukum mendel, gen-gen yang terdapat pada kromosom akan memisah secara bebas selama meiosis, yaitu pada waktu pembentukan gamet-gamet. Salah satu gamet akan memiliki salah satu alel dan gamet lainnya memiliki alel pasangannya.
Gen-gen yang terangkai yang letaknya jauh pada suatu kromosom, dapat mengalami perubahan letak, karena ada penukaran segmen dari kromatid pada sepasang kromosom homolog. Peristiwa ini disebut pindah silang.
            Pindah silang dibedakan menjadi dua, yaitu pindah silang tunggal dimana pindah silang terjadi pada satu tempat dan pindah silang ganda dimana pindah silang terjadi di dua tempat atau lebih. Dari hasil pindah silang akan terbentuk 4 gamet dengan tipe parental dan / atau tipe rekombinasi
Gen terangkai (linkage)
Berangkai (linkage) adalah suatu peristiwa terdapatnya dua atau lebih gen dalam sebuah kromosom. Berangkai ada 2 macam yaitu berangkai sempurna dan berangkai tidak sempurna. Berangkai sempurna terjadi apabila tidak ada pindah silang antara gen-gen pada satu kromosom, sedangkan berangkai tidak sempurna terjadi bila ada pindah silang( crossing over ) antara gen-gen dalam satu kromosom ( Suryo, 2008). 
Gen-gen yang terangkai pada satu kromosom biasanya letaknya tidak berdekatansatu dengan lainnya, sehingga gen-gen itu dapat mengalami perubahan letak yangdisebabkan karena adanya penukaran segmen dari kromatid-kromatid pada sepasangkromosom homolog. Peristiwa ini sering disebut dengan pindah silang (crossing over) (Suryo, 2008).
Dua gen dikatan saling terangkai apabila kedua gen tersebut terletak didalam satu kromosom dan dalam proses pembelahan meiosis, kedua gen tersebut tidak sepenuhnyaterpisah secara bebas mengikuti hokum mendel. Hal ini disebabkan karena kedua gen tersebut menunjukan tendensi saling menempel satu sama lain. Tergantung dari lokasinya, dibedakan atas:
a.       Gen terangkai pada otosom
b.      Gen terangkai pada kromosom sex (wartomo, 2001)
Peristiwa pindah silang umum terjadi pada setiap gametogenesis pada kebanyakanmakhluk, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Pindah silang terjadi ketikameiosis I (akhir profase I atau awal metaphase I), yaitu pada saat kromosom telahmengganda menjadi dua kromatid ( Suryo, 2008).
Pada waktu kromosom-kromosom hendak memisah ( yaitu pada anaphase I),kromatid-kromatid yang bersilang itu melekat dan putus di bagian kiasma, kemudiantiap potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbale balik. Berhubungdengan itu gen-gen yang terletak di bagian yang pindah itu akan berpindah pulatempatnya ke kromatid sebelah ( Suryo, 2008).
Pindah silang adalah proses yang menyebabkan bagian kromosom homolog saling bertukar, menghasilkan rekombinasi baru gen-gen pada kromosom yang sama.  Pindah silang dan asortasi bebas merupakan mekanisme untuk menghasilkan kombinasi baru gen.  Seleksi alam kemudian bertindak untuk melestarikan kombinasi baru tersebut yang menghasilkan mahluk hidup dengan kesesuaian maksimum, yaitu peluang maksimum pelestarian genotipe tersebut.  Pindah silang terjadi sewaktu sinapsis kromosom homolog pada profase I (zigoten dan pakhiten) meiosis.
Sebelumnya kita harus memahami bahwa lokasi gen pada kromosom disebut lokus yang tersusun dalam sekuen linier.  Lokus juga berarti lokasi serangkaian gen yang berurutan dengan fungsi yang berkaitan.  Kedua alel pada suatu gen heterozigot menempati posisi yang sama dalam kromosom homolog, yaitu alel A pada kromosom homolog yang satu dan alel a menempati posisi yang sama pada kromosomhomolog yang lainnya.  Pindah silang terjadi pada tahap tedtrad sesudah replikasi kromosom sewaktu interfase, yaitu sesudah kromosom mengganda sehingga terdapat empat kromatid untuk setiap kromosom homolog.  Pindah silang melibatkan pematahan masing-masing kedua kromosom homolog (kromatid) dan patahan tersebut saling bertukaran.  Peluang terjadinya pindah silang diantara dua lokus meningkat dengan meningkatnya jarak antara dua lokus tersebut pada kromosom.

Wednesday, April 25, 2012

priming

A.    Tujuan
Mempelajari dan melakukan percobaan berbagai perlakuan priming pada benih.
B.     Tinjauan Pustaka
Prinsip priming adalah mengaktifkan sumber daya yang dimiliki benih (internal) ditambah dengan sumber daya dari luar (eksternal) untuk memaksimalkan pertumbuhan. Perlakuan priming yang tepat akan mengendalikan laju kebutuhan air benih selama perkecambahan serta memacu laju metabolisme. Keadaan ini memungkinkan fase aktivitas berlangsung lama sehingga akan memberikan perbaikan fisiologi, antara lain benih akan berkecambah lebih cepat dan serempak, serta dapat meningkatkan persentase perkecambahannya (Bailly, 1998). Priming membuat perkecambahan lebih dari sekedar imbibisi, yakni sedekat mungkin pada fase ketiga yakni fase pemanjangan akar pada perkecambahan. Selama priming, keragaman dalam tingkat penyerapan awal dapat diatasi.
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan priming, antara lain: jenis benih baik umur maupun spesiesnya (Heydecker, 1975), jenis osmotikum, temperatur imbibisi, kadar atau potensial osmotiknya dan lamanya priming (Heydecker & Gibbins, 1978), serta adanya O2 (Liming et al., 1992).
Kadar air benih merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi benih dalam penyimpanan. Kadar air benih yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya penurunan viabilitas benih, begitu juga sebaliknya, kadar air benih terlalu rendah 3%-5% dapat menyebabkan penurunan laju perkecambahan benih, benih menjadi keras, sehingga pada waktu dikecambahkan benih tidak dapat berimbibisi dan dapat menyebabkan kematian embrio (Kuswanto, 1996). Untuk mengatasi permasalahan kemunduran mutu benih baik yang diakibatkan oleh faktor penyimpanan maupun oleh faktor kesalahan dalam penanganan benih perlu dilakukan suatu cara/metode, salah satunya adalah dengan metode priming (Basu dan Rudrapal, 1982).
Benih bermutu fisiologis unggul adalah benih yang memiliki viabilitas potensial dan vigor yang tinggi, berkadar air yang tepat untuk mempertahankan daya simpan serta tidak terkontaminasi sumber hama dan penyakit, baik selama disimpan maupun sesudah ditanam (Balai Teknologi Perbenihan, 1998). Sedangkan, rendahnya viabilitas benih dapat diterangkan sebagai turunnya kualitas atau viabilitas benih. Kemunduran benih dapat disebabkan oleh kehabisan cadangan makanan, meningkatnya aktivitas enzim, meningkatnya asam lemak, permeabilitas membran, dan kerusakan-kerusakan membran kulit benih akibat dari penyimpanan terlalu lama (Justine, 2002). Kemunduran benih atau turunnya mutu benih yang diakibatkan oleh kondisi penyimpanan dan kesalahan dalam penanganan benih, merupakan masalah yang cukup utama dalam pengembangan tanaman khususnya tanaman juwawut. Kemunduran benih merupakan proses mundurnya mutu fisiologis benih yang menimbulkan perubahan menyeluruh dalam benih baik secara fisik, fisiologis, maupun biokimia yang mengakibatkan menurunnya viabilitas benih (Rusmin, 2008).

uji sach

I.       Topik         : Benarkah Cahaya mutlak dibutuhkan untuk fotosintesis?
II.    Tujuan       : Membuktikan apakah cahaya mutlak dibutuhkan untuk fotosintesis
III. Tinjaun Pustaka
Tumbuhan memilki sifat fisiologi khusus  yaitu kemampuan menggunakan zat-karbon drai udara untuk diubah menjadi bahan organic dan diasimilasikan didalam tubuh tanaman. Peristiwa ini disebut fotosintesis karena hanya berlangsung  ketika ada cahaya. Lengkapnya adalah bahwa fotosintesis atau asimilasi zat-karbon itu suatu proses di mana zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil diubah menjadi zat organik karbohidrat dengan pertolongan cahaya matahari. Pengubahan energi sinar menjadi energy kimia (karbohidrat) dan kemudian pengubahan energi kimia menjadi energi kerja pada peristiwa pernafasan dalam tubuh tumbuhan merupakan rangkaian proses kehidupan di dunia ini.
(Dwidjoseputro,1994:6)
Organisme yang fotosintetik merupakan organism yang memiliki fisiologi khusus untu melakukan fotosintesis, diantaranya kelompok tumbuahan. Fotosintesis dapat diartikan suatu proses penyusunan zat karbohidrat dengan cahaya sebagai energinya. Fotosintesis ini hanya dapat berlangsung ketika organism itu mempunyai pigmen fotosintetik, karena pigmen ini dapat menyerap cahaya matahari dan dapat digunakan untuk kegiatan fotosintesis. Zat organik yang disusun dalam fotosintesis ini adalah karbohidrat (Cn(H2O)n) yang berasal dari molekul CO2 dan H2O. Sebagai hasil sampingan adalah molekul O2. Proses fotosintesis dapat dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut:
6CO2+12H2O    Cahaya            C6H12O6 + 6O2 + 6H2O
cahaya yang dapat dipergunakan dalam fotosintesis ini mempunyai syarat kualitas (jenis gelombang) dan kuantitas (intensitas cahaya) tertentu. Dalam kondisi normal, cahaya matahari memenuhi semua syarat itu, sehingga secara alami, cahaya matahari merupakan sumber energy bagi fotosintesis. Pigmen fotosintetik, sebagai penangkap energi cahaya matahari, berupa klorofil dan atau karotinoid.
            Sumber CO2 dan H2O yang merupakan bahan dasar dari proses fotosintesis dapat berasal dari sisa oksidasi dalam jaringan fotosintetik. Dapat juga berasal dari lingkungan sekitar, CO2 diambila dari atmosphere melalui stomata, sedangkan H2O melalui proses penyerapan yang dilakukan oleh akar. Selain factor yang disebutkan ini fotosintesis juga dipengaruhi factor-faktor lain diantaranya seperti klorofil, suhu, kelembaban, genetic, dll.
Percobaan-percobaan tentang fotosintesis
Lazimnya peristiwa fotosintesis dinyatakan dengan persamaan reaksi kimia sebagai berikut: 6CO2 + 12H2Ocahaya       C6H12O6 + 6O2 + 6H2O. Peristiwa ini hanya berlangsung jika ada klorofil dan ada cukup cahaya. Di antara ilmuwan-ilmuwan yang banyak melakukan eksperimen-eksperimen untuk membuktikan kebenaran peristiwa ini ialah Ingenhousz, Engelmann, Sachs, Hill, Blackman, Ruben, Benson, Calvin, Emerson, Rabinoitch, dll.

Tuesday, April 24, 2012

wawasan nusantara

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami tentang arti dari “Peran Pendidikan dalam Wawasan Nusantara dan Integrasi Bangsa”. Dalam penyusunan  makalah  ini tentunya banyak rintangan yang dialami. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun, dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang “Peran Pendidikan dalam Wawasan Nusantara dan Integrasi Bangsa” yang sengaja dibuat demi menyelesaikan tugas Kewarganegaraan  yang diberikan dalam kuliah. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih. Penulis

DAFTAR ISI 
KATA PENGANTAR                                                                                   1 
DAFTAR ISI                                                                                                2
BAB I PENDAHULUAN                                                                             3
A. LATAR BELAKANG                                                                               3
B. PERUMUSAN MASALAH.                                                                      4
BAB II PEMBAHASAN                                                                              4 
A. PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA                                              4 
B. WAWASAN NUSANTARA DAN INTEGRASI NASIONAL                      7 
C. PERAN PENDIDIKAN DALAM WAWASAN NUSANTARA DAN INTEGRASI NASIONAL                                                                           11
BAB III PENUTUP                                                                                      11 
A. SIMPULAN                                                                                              11 
B. SARAN                                                                                                     11
DAFTAR PUSTAKA                                                                                    12

laporan alel ganda

A.                TUJUAN
Mengenal salah satu sifat sifat manusia yang ditentukan oleh pengaruh alel ganda dan menentukan genotipnya sendiri.
B.                 DASAR TEORI
Alel adalah Gen-gen yang terletak pada lokus yang sama (bersesuaian ) dan memiliki pekerjaan yang hampir sama dalam kromosom homolog. Dilihat dari pengaruh gen pada fenotipe, alel memiliki pengaruh yang saling berlawanan.dalam pengekspresian suatu sifat. Di dalam suatu lokus, terdapat sepasang atau lebih alel. Bila terdapat sepasang alel dalam suatu lokus, maka disebut alel tunggal. Bila terdapat lebih dari satu pasang alel dalam satu lokus, maka disebut alel ganda atau multiple alelmorfi.
Pada sebuah gen yang hanya memiliki sebuah alel saja atau alel tunggal, terjadi pemunculan sifat dengan ekspresi penuh atau dominan. Misalnya pada suatu gen dominan R (merah) mempunyai alel r (putih), T (tinggi) mempunyai alel t (pendek), B (bulat) mempunyai alel b (oval).
Pada multiple alelmorfi, terjadi perbedaan sifat pengeksrpesian suatu gen. Dua gen yang terdapat dalam lokus yang sama akan dapat memunculkan ekspresi yang berbeda karena adanya interaksi antara kedua gen tersebut. Interaksi tersebut dapat berupa pemnculan sifat yang dominan pada satu gen(menutupi sifat lain), atau bercampurnya pemunculan sifat gen yang ada sehingga memunculkan sifat kombinasi antara gen-gen tersebut/ seimbang.
Sebuah gen dapat memiliki lebih dari sebuah alel . Alel–alelnya disebut alel ganda (multiple allele).  Sedangkan peristiwa sebuah gen dapat mempunyai lebih dari satu alel disebut  multiple allelomorphy (Henuhili dan Suratsih ,2003: 44 ).
Alel merupakan bentuk alternatif suatu gen yang terdapat pada lokus (tempat) tertentu. Individu dengan genotipe AA dikatakan mempunyai alel A, sedang individu aa mempunyai alel a. Demikian pula individu Aa memiliki dua macam alel, yaitu A dan a.  Jadi, lokus A dapat ditempati oleh sepasang (dua buah) alel, yaitu AA, Aa atau aa, bergantung kepada genotipe individu yang bersangkutan.
Namun pada kenyataannya, peristiwa yang sebenarnya lebih umum dijumpai adalah munculnya lebih dari dua macam alel pada suatu lokus tertentu, sehingga lokus tersebut dikatakan memiliki sederetan alel. Fenomena semacam ini disebut sebagai alel ganda (multiple alleles).
Meskipun demikian, pada individu diploid, yaitu individu yang tiap kromosomnya terdiri atas sepasang kromosom homolog, betapa pun banyaknya alel yang ada pada suatu lokus, yang muncul hanyalah sepasang (dua buah). Katakanlah pada lokus X terdapat alel X1, X2, X3, X4, X5.  Maka, genotipe individu diploid yang mungkin akan muncul antara lain X1X1, X1X2, X1X3, X2X2 dan seterusnya. Secara matematika hubungan antara banyaknya anggota alel ganda dan banyaknya macam genotipe individu diploid dapat diformulasikan sebagai berikut.

Banyaknya macam genotipe = 1/2 n ( n + 1 )
 
                                                                             atau         
          
                                      n = banyaknya anggota alel ganda 
Sebagian besar gen yang ada dalam populasi sebenarnya hadir dalam lebih dari dua bentukan alel ( Campbell,2003 :267). Contohnya adalah alel ganda pada  sistem Golongan darah ABO dimana  alel  IA dan IB  dominan terhadap alel Ii atau I0  dan alel ganda pada rambut segmen digitalis jari – jari tengah . Sedangkan pada kelinci alel ganda terdapat pada bulu ( C+ > Cch > Ch> C ).  Alel ganda pada golongan darah sistem AB0
      Pada golongan darah ini, ada 3 macam alel yang dominansinya berbeda dengan pada warna bulu kelinci
Golongan Darah               Macam Genotipe         AB                                         IA IB           A                                       IA IA ; IAi           B                                        IB IB; IBi           O                                          Ii (I0I0)
Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa: Gen IA dominan terhadap i atau I0 Gen IB dominan terhadap I atau I0 Gen I (I0) adalah resesif berfenotipe golongan darah 0 Sedang IA dan IB sama – sama dominanterhadap I sehingga genotipe IAIB berfenotipe golongan darah AB. Jadi gen I (I0) mempunyai alel IA dan alel IB.
Contoh : Bagaimanakah kemungkinan fenotipe golongan darah anak – anak yang lahir dari perkawinan antara pria bergolongan darah A heterozigot dengan wanita bergolongan darah B heterozigot pula?
P                    IAi             ><               IBi
G                     IA                                 IB                           i                                    i F       IAIB = golongan darah AB          IAi    = golongan darah A          IBi    = golongan darah B          Ii       = golongan darah O
contoh lain yang merupakan peristiwa dari alel ganda adalah tumbuhnya rambut pada segmen digitalis tengah jari-jari tangan. Penentuan dominasi pada rambut digitalis tengah jari tangan adalah sebagai berikut.
H1 > H2 > H3 > H4 > H5
Dimana :
·         H1 = Rambut terdapat pada semua jari
·         H2 = Rambut pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah
·         H3 = Rambut pada jari manis dan jari tengah
·         H4 = Rambut hanya pada jari manis saja
·         H5 = Tidak ada rambut pada keempat jari.

Sistem Kekebalan Tubuh